Showing posts with label Peluang Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Peluang Bisnis. Show all posts

Bisnis Kopi Hasil Bumi Indonesia

Kopi merupakan komoditas hasil bumi yang melimpah di negeri ini. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki jenis kopi, dengan ciri khas tersendiri. Ambil contoh kopi Aceh, kopi Toraja, kopi Bali, dan lainnya. Maklum, kehadiran kopi di Tanah Air mempunyai sejarah yang panjang dan turut berperan dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat. Bahkan dari negara asing pun sangat menyukai cita rasa kopi Indonesia.
Banyaknya khasiat yang terkandung dalam kopi juga membuat minuman berwarna hitam punya banyak penggemar. Selain bisa mengusir rasa kantuk, zat kafein yang ada dalam secangkir kopi bisa membawa efek menyegarkan bagi tubuh. Tak heran, bagi sebagian orang, minum kopi sudah menjadi semacam ritual sehari-hari. Bahkan, bagi orang-orang tertentu, seperti ada keharusan untuk menyeruput secangkir kopi terlebih dulu, sebelum memulai kegiatannya, mungkin kebiasaan ini termasuk yang anda lakukan di pagi hari.

Kopi juga sering menjadi teman, sembari berkumpul bersama teman atau keluarga.  Minuman itu bisa juga menjadi penghangat suasana ketika hujan menyapa, baik di pagi atau sore hari. Karena itu, konsumsi kopi di Indonesia meningkat dari waktu ke waktu.

Bukan cuma produk kopi yang beredar di pasar bebas, konsumen golongan ini, lebih tertarik pada produk kopi premium. Rasa dan kualitas akan menjadi pertimbangan mereka dalam memilih kopi yang akan diseduhnya.

Di luar konsumen ritel, perkembangan industri hotel restoran dan kafetaria (horeka), dalam beberapa tahun terakhir ini, juga ikut mengangkat pamor produk kopi premium. Maklum saja, hotel-hotel yang membidik pasar kalangan menengah atas selalu ingin memberi layanan memuaskan untuk konsumennya, termasuk kopi yang tersedia di setiap kamarnya.

“Pengelola hotel ingin kopinya dikenal memiliki cita rasa tersendiri, yang berbeda dengan kopi di pasaran. Oleh karena itu, umumnya mereka pesan ke produsen kopi, seperti kami,” jelas Dani Buldani, owner Kopi Luwak Indonesia. Potensi pasar yang makin menjanjikan juga datang dari kedai-kedai kopi (coffee shop) yang semakin banyak bertebaran. Seiring dengan pertumbuhan kota-kota besar, gaya hidup masyarakatnya turut berubah. Kedai kopi, kini, menjadi salah satu lokasi favorit untuk bertemu dengan teman atau kolega.

Pasar industri horeka inilah yang dilirik oleh Dani saat mengembangkan usaha pengolahan kopi luwak, empat tahun silam. Selain pasar horeka, Dani juga melayani permintaan untuk perusahaan tertentu, dengan pengemasan khusus. “Sekitar 50 % penjualan untuk private labeling dan horeka,” jelasnya. Di luar itu, Dani menjual kopi luwak kemasan dengan merek Golden Luwak untuk pasar ritel.

Dalam setiap kemasan, ia juga membedakan antara bubuk arabika dan bubuk robusta. Banderol harga arabika lebih mahal daripada harga robusta. “Harga itu berlaku untuk supplier, sedangkan harga pasaran ditetapkan sendiri oleh masing-masing reseller. Bisa selisih dua hingga tiga kali lipat lebih mahal, lo,” kata Dani.

Dalam sebulan, Dani pun bisa mengantongi omzet hingga Rp 400 juta dari bisnis kopinya. Penghasilan terbesar mengalir dari penjualan green bean dan roasted bean, yang mencapai Rp 300 juta per bulan. 

Penjualan bubuk kopi menyumbang sekitar Rp 100 juta per bulan.
Ada baiknya, Anda memilih luwak berumur lebih dari delapan bulan atau yang sudah dewasa supaya bisa mencerna biji kopi dengan baik. “Ciri-ciri luwak yang sudah dewasa, hidungnya berwarna hitam.

Tak seperti hidung anak luwak yang masih kekuningan,” kata Dani. Luwak-luwak dewasa ini biasanya dijual Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per ekor.
Saat ini, untuk mengolah 1 ton biji kopi, Dani memelihara 520 ekor luwak. Perawatan luwak juga bisa diserahkan ke petani dengan menerapkan sistem bagi hasil. Maklum, perawatan luwak termasuk biaya yang cukup besar.

Penyebabnya, binatang itu tidak bisa terus-menerus diberi makan kopi. Luwak juga harus mendapat asupan lain, seperti daging, ikan, telur, dan buah-buahan seperti pisang. “Biaya perawatan seekor luwak bisa mencapai Rp 20.000 per hari,” terang Dani.

Pengolahan biji kopi ini sendiri sebaiknya berada di daerah pegunungan atau 900 meter di atas permukaan laut, sesuai dengan lokasi ideal perkebunan kopi. Di ketinggian itu, luwak bisa tumbuh baik. “Sebaiknya, letak kandang tak jauh dari kebun, supaya lebih mudah memberi makan,” pesan Dani. Tempat penjemuran dan penyimpanan juga sebaiknya banyak mendapat sinar matahari agar tidak lembab.

Proses pengolahan dari kotoran luwak hingga menjadi green bean butuh waktu sekitar 40 hari. “Waktu itu sejak biji dicuci, dijemur, dan dikelupas kulitnya dan dijemur lagi hingga hanya memiliki kadar air 11 %,” terang Asep.
Berbeda dengan penyimpanan kopi biasa, biji kopi luwak harus disimpan dalam kantong (bag) berlapis aluminium supaya kualitasnya tetap terjaga. Kantong khusus ini bisa dipesan di pabrik kemasan. Saat penyimpanan, sebaiknya kantong dipres supaya hampa udara.

“Bila disimpan dengan prosedur ini, biji kopi bisa tahan hingga delapan tahun,” kata Dani.  Seperti media untuk menyimpan biji kopi luwak, bubuk kopi luwak pun membutuhkan kemasan khusus yang terbuat dari aluminium foil.

Langkah awal pemasaran pun bisa dimulai dari pameran, seperti yang dilakukan Asep saat memulai bisnisnya. Selain itu, Anda juga bisa memakai reseller atau menjual sendiri lewat internet. Menurut Dani, pemasaran kopi premium memang lebih efektif melalui dunia maya, lantaran banyak reseller yang berburu produk tersebut di internet. (kaltim.procal.co)

Hobi Burung Berkicau Jadi Peluang

Bicara mengenai bisnis yang berhubungan dengan hobi seakan tidak ada habisnya jika kita ingin kupas lebih dalam, salah satuny adalah berbisnis usaha jualan burung kicauan adalah sebuah ide bisnis yang cukup cemerlang dan memang penggiatnya juga cukup banyak dan yang terpenting ini adalah sebuah kegiatan yang berhubungan dengan hobi, jika bicara mengenai hobi maka biaya yang mahalpun bisa menjadi bukan suatu masalah bagi orang yang memang senang dan suka akan hal tersebut, termasuk memelihara burung kicaun.


Nah ketika kita tahu bahwa burung kicauan memang menjadi salah satu komoditas yang banyak di cari penggemarnya dan harganyapun juga terbilang cukup bagus dan bervariatif bisa ratusan ribu bahkan jutaan rupiah maka ini adalah sebuah peluang usaha yang bisa kita manfaatkan dan siapa tahu bisa menjadi salah satu chanel usaha yang bisa mendatangkan income yang cukup menarik.

Sebelum membicarakan strategi bagaimana menjual burung kicauan, kita lihat gambaran harga beberapa burung kicauan kisaran bulan januari 2014 kemaren, harga bisa naik turun.
Harga-harga diatas jika kita lihat memang kisaran ratusan ribu yang paling banyak dan jika kita bisa memanfaatkan peluang bisnis ini maka kita bisa membuka usaha jual beli burung kicaun tersebut. Lalu bagaimana caranya? bagaimana strategi pemasarannya?

Melihat pasar burung dan juga ikut memantau kontes burung yang ada di beberapa daerah khususnya di tempat Anda menurut kami menjadi permulaan yang cukup bagus. Bisnis usaha ini tidak bisa lepas dari relasi/jaringan antara penjual satu dan penjual lainnya atau pemiliki burung satu dengan lainnya. Jika kita ingin serius memanfaatkan ide usaha ini maka mau tidak mau kita harus banyak relasi dan chanel para pemilik burung kicaaun itu tadi. Semakin banyak Anda mengenal para pemilk burung dan penjual burung maka tentunya akan lebih mudah ketika kita akan menjalani bisnis ini.

Ajak para penjual atau pemilik burung kicauan untuk bekerjasama dengan Anda. Minta akses ke mereka supaya Anda bisa menjualkan produk mereka ketika ada permintaaan dari para calon pembeli. Kami rasa ketika kita sudah banyak chanel para pemeliharan dan juga penjual burung maka tidaklah sulit untuk mendapat jenis-jenis burung kicauan yang akan kita jual.

Jika Anda memang gemar memeligara juga, membeli bibit dan memelihara serta merawat hingga cukup bagus kicauan dan siap untuk dijual, maka Anda bisa menyediakan modal awal untuk membeli dan merawat burung tersebut. Namun ketika kita tidak bisa dan tidak hobi, Anda harus belajar banyak tentang jenis burung dan juga bekerjasama dengan par apemilik burung kicauan serta penjual lainnya untuk menjualkannya (disini Anda murni menjadi marketer saja/broker).

Jadi ada 2 metode disini ketika Anda akan menjual burung kicauan tersebut. Memelihara dari kecil/bibit dan atau menjual burung yang sudah jadi. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing Untuk tahap awal dan modal kecil Anda bisa memilih menjadi broker, tentu saja harus menjalin relasi sebanyak-banyaknya supaya mudah mendapatkan sumber daya burung kicauan tersebut.


Peluang bisnis jual beli burung kicauan ini jelas membutuhkan strategi marketing juga, melalui social media dan juga dari penghobi satu ke penghobi lainnya di daerah Anda tentunya bisa kita tawarkan burung kicauan terbaik yang kita miliki. Memasang iklan baris di koran lokal cukup menarik dan patut untuk dicoba. Silahan cari sebanyak-banyaknya referensi mengenai burung kicauan sebelum kita menjalankan ide bisnis usaha ini.

Peluang Usaha Jagung Bakar

Peluang Usaha Jagung Bakar merupakan usaha yang dapat di jalankan bagi siapa pun, karena usaha ini terbilang cukup mudah di jalankan. Jagung bakar merupakan makanan yang cukup lezat di makan terlebih di malam hari, sehingga tak heran apabila pada umumnya jagung bakar di jual pada malam hari.

Usaha jagung bakar sendiri akan lebih ramai ketika memasuki musim hujan, saat itulah konsumen mencari makanan hangat untuk menghilangkan rasa dingin karena cuaca hujan. Jagung bakar merupakan makanan yang di gemari oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan bawah saja yang menyukai jagung bakar, banyak juga kalangan elit yang suka dengan makanan lezat yang satu ini.

Saat ini banyak sekali orang yang berjualan jagung bakar, bahkan sangat mudah menemukan orang yang berjualan jagung bakar. Biasanya tempat untuk berjualan jagung bakar ialah pinggir jalan, taman, pasar bahkan mall besar.

Saat ini pun membuat jagung bakar tidak harus menggunakan arang yang dapat menimbulkan asap, ada sebuah mesin pemanggang yang dapat di gunakan untuk menggantikan arang. Mesin tersebut sangat cocok di gunakan bagi anda yang berjualan di dalam ruangan seperti pada mall dan pasar.

Jika anda tertarik dengan usaha jagung bakar ini, maka tidak ada salahnya jika membaca beberapa hal yang harus anda mengerti sebelum memulai usaha jagung bakar ini.

1. Cara Membuat Jagung Bakar

Nah, yang harus anda kuasai pertama ialah membuat jagung bakar, karena ini lah alasan utama konsumen menyukai jagung bakar anda. Jika jagung bakar buatan anda enak, maka dapat di pastikan jika banyak sekali yang akan membeli jagung bakar anda, bahkan banyak yang menjadi pelanggan tetap anda. Dan ini dia resep membuat jagung bakar. 
  • Bahan utama : Jagung manis, Mentega dan Arang (jika tidak menggunakan mesin)
  • Bumbu : cabai merah, bawang putih, gula merah, susu kental manis, saus cabai, keju, garam.
  • Cara Membuat : Campur semua bahan bumbu yang sebelumnya di haluskan terlebih dahulu, campur hingga merata. Kemudian bersihkan jagung dan tusuk dari bagian pangkal. Setelah itu lumuri jagung dengan campuran bumbu di atas. Selanjutnya panggang hingga matang.

2. Tentukan Lokasi Tempat Berjualan

Lokasi menjadi kunci keberhasilan usaha anda, usahakan anda berjualan di tempat yang ramai dan yang pasti mudah untuk di jangkau.

3. Berinovasi dengan Rasa

Saat ini banyak sekali orang yang berjualan jagung bakar, tidak menutup kemungkinan juga jika di tempat anda berjualan sudah anda orang yang berjualan jagung bakar. Untuk itu anda perlu berinovasi dengan cara menghadirkan jagung bakar yang berbeda. Anda dapat menambahkan rasa pada jagung bakar anda seperti rasa buah, keju, coklat, vanili dan lain sebagainya.

4. Tentukan Nama Yang Unik

Nah, untuk menarik minat konsumen, anda dapat menggunakan nama usaha jagung bakar anda dengan nama yang unik, seperti jagung99, jangung nusantara, jagung aneka rasa dan lain lain yang penting unik.

Bisnis Sate


Terdapat aneka ragam sate dari berbagai daerah di Indonesia. Antara lain sate ayam dan sate kambing. Sate ayam dan sate kambing dapat dinikmati dengan dua jenis bumbu, yaitu bumbu kacang dan bumbu kecap.

Sate ayam dan sate kambing biasanya dijual bersama sup atau gulai kambing, yang dibuat dengan menggunakan campuran tulang dan daging kambing yang tidak dijadikan sate.

Daging kambing yang digunakan untuk sate biasanya bagian paha karena bagian lebih empuk sehingga lebih enak. Pengolahan daging kambing harus hati-hati agar sate tidak keras. Sebelum dipanggang, daging kambing sebaiknya dibungkus menggunakan daun pepaya agar lebih lunak. Daging kambing muda juga lebih lunak dibandingkan dengan daging kambing tua. Kisaran umur kambing muda yang bagus untuk sate kambing adalah 3-5 bulan.

Pedagang sate dapat berjualan di pinggir jalan raya di dekat pasar, perkantoran, perumahan, atau daerah sekitar kampus. Biasanya antar pedagang sate memiliki aturan bahwa untuk wilayah tertentu hanya ada satu pedagang. Jadi, perhatikan daerah sekitar lokasi sebelum memutuskan berjualan di suatu tempat agar tidak saling merugikan.

Perlengkapan yang diperlukan untuk menjalankan usaha sate antara lain gerobak, tenda, meja, kursi, panggangan sate, pisau, dan kipas bambu. Perlengkapan makan berupa piring, gelas, mangkuk (jika menjual sup atau gulai kambing), sendok, dan garpu.

Tenda bisa dibuat berukuran kecil atau sedang tergantung ukuran tempat dan tingkat keramaian pengunjung. Meja kayu dapat dibuat 1-2 buah dengan kursi 6-10 buah.

Pemilik usaha dapat turun tangan sendiri atau mempekerjakan karyawan. Karyawan bertugas melayani pesanan pembeli atau membakar sate. Karyawan sebaiknya dilatih terlebih dahulu cara membakar sate agar mengetahui tingkat kematangan daging secara tepat.

Promosi dapat dilakukan dengan membuat spanduk bertuliskan jenis usaha yang dipasang mengelilingi tenda atau gerobak. Spanduk dapat dilengkapi gambar atau foto sate yang menarik sehingga dapat mendatangkan pengunjung. Promosi lanjutan dapat dilakukan dengan membuat brosur, terutama jika melayani pesan antar (delivery order), melayani pesanan sate dan kambing guling untuk akikah, pernikahan, dan ulang tahun.

Harga satu porsi sate kambing Rp 10.000,- s/d Rp 12.000,-. Satu porsi biasanya berisi 10 tusuk. Harga satu porsi sate ayam lebih murah, yaitu Rp 8.000,- s/d Rp 10.000,- berisi 10 tusuk. Harga tersebut belum termasuk lontong atau nasi. Harga lontong dan nasi sekitar Rp 2.000,- per porsi. Sementara harga sup atau gulai kambing sekitar Rp 7.000,- per porsi.

Resiko usaha sate antara lain banyaknya penjual makanan sejenis. Kualitas dan harga yang ditawarkan antar pedagang sangat bervariasi sehingga pemain baru harus bisa mencari celah agar dapat bersaing.

Beberapa tip dan trik usaha sate :
1. Menjaga kualitas dan rasa dengan cara antara lain bumbunya yang lezat dan dagingnya yang empuk (untuk sate kambing). Sate kambing yang empuk secara tidak langsung dapat memperluas pangsa pasar, karena mulai anak-anak hingga orang dewasa dapat memakannya dengan mudah.

2. Lokasi yang ramai tidak selalu berpotensi sebagai tempat usaha sate. Pangsa pasar makanan ini bisa dibilang menengah ke atas. Penyebabnya harga satu porsi sate dianggap cukup mahal bagi sebagian orang. Lokasi dekat perkantoran, perumahan, pusat jajanan atau perbelanjaan merupakan beberapa contoh strategis tempat usaha sate.

3. Menjalin kerjasama dengan supplier juga sangat penting. Pada saat tertentu misalnya hari besar agama, harga daging kambing meningkat karena banyaknya permintaan. Menjalin kerjasama dengan rumah potong hewan atau peternak kambing akan meminimalisir resiko kekurangan bahan baku atau kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Analisis Usaha Sate Ayam dan Kambing
Asumsi:
1. Masa pakau gerobak atau etalase, tenda, meja dan kursi, dan spanduk 3 tahun.
2. Masa pakai peralatan masak dan panggangan sate 2 tahun.
3. Masa pakai peralatan makan dan perlengkapan lain-lain 1 tahun.

a. Biaya Investasi
Gerobak atau etalase Rp 2.000.000,-
Tenda Rp 200.000,-
Meja dan kursi Rp 500.000,-
Spanduk Rp 400.000,-
Peralatan masak Rp 200.000,-
Panggangan sate Rp 400.000,-
Peralatan makan (piring, mangkuk, dan sendok) Rp 150.000,-
Perlengkapan lain-lain (tempat bumu dan tempat tissue) Rp 100.000,-
Total biaya investasi Rp 3.950.000,-

b. Biaya Operasional
1. Biaya Tetap
Penyusutan gerobak atau etalase (1/36 x Rp 2.000.000,-) Rp 55.600,-
Penyusutan tenda (1/36 x Rp 200.000,-) Rp 6.000,-
Penyusutan meja dan kursi (1/36 x Rp 500.000,-) Rp 14.000,-
Penyusutan spanduk (1/36 x Rp 400.000,-) Rp 11.000,-
Penyusutan peralatan masak (1/24 x Rp 200.000,-) Rp 8.400,-
Penyusutan panggangan sate (1/24 x Rp 400.000,-) Rp 17.000,-
Penyusutan peralatan makan (1/12 x Rp 150.000,-) Rp 12.500,-
Penyusutan perlengkapan lain-lain (1/24 x Rp 100.000,-) Rp 4.200,-
Upah 1 orang karyawan Rp 500.000,-
Total biaya tetap Rp 628.700,-

2. Biaya Variabel
Daging kambing, daging ayam, dan tulang
(Rp 250.000,- x 30 hari) Rp 7.500.000,-
Beras dan aneka bumbu (Rp 100.000,- x 30 hari) Rp 3.000.000,-
Listrik Rp 60.000,-
Transport Rp 150.000,-
Total biaya variabel Rp 12.210.000,-
Total biaya operasional Rp 12.838.700,-

c. Penerimaan per Bulan
Sate ayam (Rp 8.000,-/porsi x 20 porsi x 30 hari) Rp 4.800.000,-
Sate kambing (Rp 10.000,-/porsi x 15 porsi x 30 hari) Rp 4.500.000,-
Sup kambing (Rp 7.000,-/porsi x 20 porsi x 30 hari) Rp 4.200.000,-
Lontong (Rp 1.500,-/buah x 15 buah x 30 hari) Rp 675.000,-
Nasi (Rp 2.000,-/porsi x 25 porsi x 30 hari) Rp 1.500.000,-
Total penerimaan Rp 15.675.000,-

d. Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan - total biaya operasional
= Rp 15.675.000,- - Rp 12.838.700,-
= Rp 2.836.300,-

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan : total biaya operasional
= Rp 15.675.000,- : Rp 12.838.700,-
= 1,22

f. Pay Back Period
Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp 3.950.000,- : Rp 2.836.300,-) x 1 bulan
= 1,4 bulan

Bisnis Distro di Rumah


Bisnis fashion semakin marak di Indonesia. Berbagai model pakaian dengan design baru dikeluarkan oleh produsen tiap harinya. Konsumen produk fashion juga semakin antusias menyambut model-model baru yang dirilis. Tak heran berbagai outlet penjualan produk fashion tidak pernah sepi. Maka menjamurlah berbagai bentuk bisnis clothing ini, mulai dari butik, factory outlet, distro, mobile disto dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang ingin mengais rupiah di bisnis ini, berikut langkah-langkah menjalankan bisnis distro.

1. Persiapan Tempat
Siapkan lokasi di teras rumah Anda untuk showroom distro. Siapkan lahan sekitar 3x3 M (sesuai keadaan rumah Anda). Lalu lakukan modofikasi sehingga ruangan tersebut layak dan baik untuk menjalankan usaha Anda.

2. Stock Produk
Bagi Anda yang bisa mendesign sendiri, mungkin Anda bisa memproduksi produk Anda sendiri, tetapi bagia yang hanya ingin menjual, Anda bisa mencari barang yang murah untuk dijual lagi. Anda bisa kulakan barang di Bandung, Jakarta, atau tempat lain di daerah Anda. Cari informasi dari teman yang ada di sana untuk memperoleh barang murah untuk dijual lagi.

3. Tentukan Harga
Selanjutnya, tetukan harga jual untuk setiap produk Anda. Bila Anda ingin menjual dengan harga pas, buatlah label harga dan tempelkan di produk untuk memudahkan pembeli memilih barang sesuai dengan kondisi keuangannya.

4. Marketing
Setelah semua siap, mulai lakukan pemasaran. Sebarkan kartu nama, pamflet, selebaran dan lain-lain untuk mengenalkan distro Anda. Adna juga bisa berpromosi lewat iklan di koran, majalah, atau internet.

5. Manage Keuangan Anda
Beberapa orang menjadikan bisnis ini hanya sebagai pekerjaan sampingan, dan menyampur adukkan uang bisnis dengan uang lainnya. Sehingga susah untuk mengetahui dan memperkirakan untung rugi bisnisnya. Untuk itu, harus ada pemisahan antara keuangan bisnis dan keuangan harian lainnya. Pisahkan semua uang bisnis dalam satu rekening untuk mepermudah penghitungan laba rugi.

6. Evaluasi
Untuk mengetahui perkembangan bisnis distro Anda, lakukan evaluasi setiap bulan. Hitung modal dan pemasukan Anda dengan teliti untuk membuat rencana bisnis ke depan.

Berikut analisa usaha bisnis Distro Clothing:

1. Renovasi teras untuk showroom : Rp. 1.500.000
2. Belanja produk distro : Rp. 10.000.000
3. Rak baju, Display dll : Rp. 2.000.000
4. Manequin, Hanger DLL : Rp. 1.000.000
5. Biaya Promosi Awal : Rp. 500.000
Total Modal : Rp. 15.000.000

Biaya Operasional:
1. Transportasi : Rp. 400.000
2. Telepon DLL : Rp. 300.000
3. Listrik : Rp. 300.000
Total biaya produksi : Rp. 1.000.000

Prediksi keuntungan:
Dengan asumsi dalam sehari rata-rata bisa menjual 12 produk
Harga rata-rata produk Rp. 50.000 dengan keuntungan rata-rata 25% dari harga beli.
Maka Pemasukan perbulan:
12 Produk X Rp. 50.000 X 30 Hari = 18.000.000
Keuntungan= Rp. 18.000.000 X 25% - Rp. 1.000.000 (biaya operasional) = Rp. 3.500.000

Balik modal = Modal Awal : Keuntungan:
Rp. 15.000.000 : 3.500.000 = 4 bulan

Bagaimana? Menarik dan mudah bukan?

Bisnis Bakso



Sudah Kenal Bakso?
Bakso merupakan makanan asal Cina yang sudah dikenal dan digemari sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Awalnya bakso dibuat menggunakan daging sapi, tetapi saat ini jenisnya semakin variatif. Mulai bakso daging sapi, bakso ikan, bakso udang, hingga bakso keju.
Bakso biasanya dihidangkan bersama mie kuning, bihun, daging cincang, sawi dan tauge. Perlengkapannya tentu saja saus tomat, saus cabai, sambal dan kecap yang membuat makanan ini semakin nikmat disantap.

Gambaran Usaha
a. Produk
Penjual bakso ada yang membuat bakso sendiri ataupun membeli jadi. Sebaiknya bakso dibuat sendiri. Selain menghemat modal, kualitas dan rasanya sesuai dengan yang diinginkan.
Variasi bakso yang dijual merupakan salah satu cara agar pembeli tidak bosan. Namun, ada juga pedagang yang fokus menjual satu jenis bakso. Selain hanya menjual bakso biasanya pedagang makanan ini juga menjual makanan lain seperti mie ayam.

b. Lokasi Usaha
Bakso dapat dijual keliling menggunakan gerobak hingga mangkal dan menyewa tempat. Pedagang bakso banyak ditemui di banyak tempat. Misalnya di sekitar pasar, kampus, sekolah, perumahan, atau di perempatan dan pertigaan jalan. Cara lokasi potensial, tetapi belum banyak pedagang makanan ini.

c. Perlengkapan Usaha dan Karyawan
Gerobak bakso, franchise bakso

Perlengkapan yang diperlukan untuk berjualan bakso antara lain gerobak atau etalase untuk menempatkan aneka bahan baku, peralatan memasak ( kompor, tabung gas, dan aneka panci ), serta peralatan makan ( mangkuk, sendok, garpu dan gelas ).

Sediakan juga meja dan kursi untuk pembeli yang makan di tempat. Usaha bakso dapat dijalankan sendiri bersama anggota keluarga atau merekrut karyawan untuk tambahan tenaga. Semakin besar dan berkembang usaha yang dijalankan, jumlah karyawan yang dibutuhkan tentu semakin banyak.

d. Promosi
Promosi usaha ini bisa dilakukan dengan cara memasang spanduk ditempat usaha. Promosi pada awal usaha bisa dengan menyebarkan brosur. Pada akhirnya, kualitas dan kelezatan bakso menjadi “ alat promosi ” tersendiri.

e. Penetapan Harga
satu mangkok bakso bervariasi. Kisaran Rp. 5.000 – Rp. 8.000,- per porsi. Harga jual bakso keliling biasanya lebih murah daripada bakso yang mangkal atau menetap disuatu tempat.

f. Risiko
Usaha bakso rentan terkena isu. Antara lain penggunaan daging hewan yang tidak halal hingga penggunakan borak atau formalin. Isu- isu seperti ini dapat menurunkan omzet. Risiko ini dapat diantisipasi dengan memberikan informasi ( biasanya berupa tulisan yang ditempel ditempat usaha ) berisi keterangan mengenai kualitas bakso yang dijual.

Tip dan Trik Sukses Usaha Bakso
Perluasan area pemasaran produk, perbanyak jumlah outlet, gunakan gerobak mobile ( gerobak dorong), gerobak sepeda, gerobak motor.
Gunakan gerobak bakso yang unik, agar calon konsumen penasaran dan mudah mengingatnya.
Sajian kuah bakso yang benar-benar panas, karena bakso yang dingin kurang nikmat.
Usahakan tempat selalu bersih, kebersihan kurang terjaga akan mempengaruhi selera makan.
Cari pesanan untuk acara ulang tahun, perkawinan, atau arisan; berikan sample produknya.

Contoh Resep Bakso Sapi
Bahan- bahan:
1 kg daging sapi cincang
250 gram tepung tapioca
2 butir telur
180 ml air es

Bumbu yang Dihaluskan
6 siung bawang putih
Bawang merah goreng secukupnya
40 gram garam
Gula secukupnya
Merica secukupnya

Bahan Kuah
6 siung bawang putih, memarkan
3 liter kaldu daging
3 cm jahe, memarkan
2 sdt merica bubuk
2 sdm garam
3 sendok makan margarine untuk menumis

Bahan Pelengkap
Bihun
Mie kuning
Daun seledri secukupnya
Bawang goreng secukupnya
Saus cabai secukupnya
Saus tomat secukupnya
Kecap secukupnya

Cara Membuat Bakso
1. Campurkan tepung tapioca dengan bumbu yang dihaluskan . Tambahkan air es, aduk rata.
2. Haluskan daging sapi cincang dan telur menggunakan food processor.
3. Campurkan adonan daging dengan campurkan tepung tapioca dan bumbu.
4. Uleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
5. Basahi tangan dengan menggunakan air. Ambil sebagian adonan, kemudian berbentuk bulat dengan cara digenggam kemudian ditekan.
6. Ambil bulatan bakso menggunak sendok. Celupkan kedalam air panas hingga mengapung, kemudian pindahkan kedalam air es selama 5 menit. Lakukan hinggan adonan habis.

Kuah
Panaskan margarine. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan ke dalam air kaldu daging. Tambahkan jahe, merica bubuk, dan garam. Rebus hingga mendidih.

Penyajian
Masukkan bihun dan mie kuning secukupnya ke dalam mengkuk. Tambahkan bakso dan kuah secukupnya. Beri taburan seledri dan bawang goreng. Nikmati bersama saus cabai, saus tomat, dan kecap sesuai selera.

Analisis Usaha Bakso

Asumsi
1. Masa pakai gerobak atau etalase dan peralatan masak 3 tahun.
2. Masa pakai meja dan kursi 2 tahun.
3. Masa pakai peralatan makan dan perlengkapan lain- lain 1 tahun.

a. Biaya Investasi
Gerobak atau Etalase Rp. 1.500.000
Peralatan masak Rp. 800.000
Meja dan kursi Rp. 350.000
Peralatan makan Rp. 150.000
Perlengkapan lain- lain Rp. 200.000
Total investasi Rp. 3. 000.000

b. Biaya Operasional per Bulan
1. Biaya Tetap
Penyusutan gerobk 1/36 x Rp. 1.500.000 Rp. 42.000
Penyusutan peralatan masak 1/36 x Rp. 800.000 Rp. 22.000
Penyusutan meja dan kursi 1/24 x Rp. 350.000 Rp. 14.600
Penyusutan peralatan makan 1/12 x Rp. 150.000 Rp. 12.500
Penyusutan perlengkapan lain 1/12 x Rp. 200.000 Rp. 16.700
Sewa tempat Rp. 700.000
Upah karyawan 1 orang Rp. 900.000
Total biaya tetap Rp. 1.707.800

2. Biaya Variabel
Daging sapi (3 kg x Rp. 55.000/kg x 30 hari) Rp. 4.950.000
Tepung tapioca (0,75 kg x Rp. 9.000/kg x 30 hari) Rp. 202.500
Bumbu dan sayuran (Rp. 30.000/hari x 30 hari) Rp. 900.000
Mie (3 kg x Rp. 4.000/kg x 30 hari) Rp. 360.000
Gas ukuran 3 kg (Rp. 13.000/tabung x 3 tabung x 30 hari) Rp. 1.170.000
Total biaya variable Rp. 7.582.500
Total biaya operasional Rp. 9.290.300

c. Penerimaan per Bulan
Penjualan bakso 60 porsi x Rp. 7.000/porsi x 30 hari Rp. 12.600.000
d. Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp. 12.600.000 – Rp. 9.290.300
= Rp. 3.309.700

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan : total biaya operasional
= Rp. 12.600.000 : Rp. 9.290.300
= 1,35

f. Pay Back Period
Pay Back Period = ( Totl biaya investasi : keuntungan ) x 1 bulan
= ( Rp. 3.000.000 : Rp. 3.309.700 ) x 1 bulan
= 28 hari

Bisnis Mie Ayam


Mi merupakan makanan yang berasal dari negeri Cina. Aneka hidangan mi digemari di Indonesia, salah satunya mi ayam.

Mi ayam dapat dijual dengan menggunakan gerobak dorong, menempati kios sederhana, ruko, hingga skala restaurant. Penambahan bahan seperti bakso, pangsit, ceker, hingga jamur akan membuat makanan ini semakin lezat dan tidak pernah berhenti digemari.

Penjual mi ayam biasanya membeli mi nya di pasar tradisional atau langsung ke produsen. Mi untuk membuat mi ayam biasanya dijual dalam wadah plastik. Isinya sekitar 6 buah. Bentuknya bulat, padat, dan, kering. Beratnya sekitar ½ kg. harganya Rp 4.000,- s/d Rp 6.000,-

Mi yang digunakan sebaiknya sudah terbukti kualitasnya dan gunakan juga merek yang sama agar kualitas mi ayam tidak berubah-ubah.

Mi ayam dapat dijual berkeliling menggunakan gerobak atau mangkal di lokasi tertentu yang strategis. Saat ini lebih banyak penjual mi ayam yang memilih mangkal atau menyewa tempat daripada berkeliling. Mereka merasa dengan cara ini, lebih banyak meraih keuntungan.

Perlengkapan usaha mi ayam antara lain gerobak atau etalase alumunium, peralatan masak (kompor dan tabung gas, panci, dan saringan mi), peralatan makan (mangkuk, sendok, garpu, dan gelas), perlengkapan lain-lain (wadah saos, kecap, sambal, dan wadah tissue) seta meja dan kursi secukupnya.

Usaha ini bisa dijalankan dengan atau tanpa karyawan. Karyawan bisa direkrut untuk membantu operasional usaha saat usaha sudah mulai berkembang.
Biasanya pedagang mi ayam tidak melakukan aktivitas promosi. Namun, tidak ada salahnya berpromosi, terutama di awal usaha.

Beberapa promosi yang bisa dijalankan antara lain pemberian harga diskon untuk mendorong datangnya pembeli, didukung dengan kualitas dan rasa mi yang lezat, aktivitas promosi dari mulut ke mulut akan berjalan dengan sendirinya. Bentuk promosi lain tentunya dengan memasang spanduk di tempat usaha. Tidak ada salahnya untuk menyediakan juga layanan pesan antar ke daerah sekitar tempat usaha. Ini bisa menjadi nilai tambah usaha kita dibandingkan usaha kaki lima sejenis.

Harga jual mi ayam keliling biasanya lebih murah dibandingkan dengan pedagang yang menetap di lokasi tertentu. Harga mi ayam keliling berkisar Rp 4.000,- s/d Rp 4.500,- per porsi. Sementara harga mi ayam yang mangkal biasanya Rp 5.000,- s/d Rp 7.000,- per porsinya. Perbedaan harga jual terkait dengan biaya sewa tempat dan kelengkapan mi yang dijual. Pedagang yang menetap biasanya melengkapi mi dengan bakso dan pangsit.

Persaingan merupakan salah satu resiko usaha mi ayam. Karena hampir di semua ruas jalan dapat ditemui pedagang makanan ini.
Untuk menghindari persaingan, mula-mula pilih lokasi yang belum terdapat pedagang mi ayam. Kalaupun ada, pastikan tidak terlalu dekat. Selanjutnya, kualitas dan rasa makanan, pelayanan serta harga menentukan siapa yang bakal memenangkan persaingan.

Beberapa tip dan trik usaha mi ayam antara lain :
1. Penjual mi ayam biasanya lebih memilih membeli mi siap masak daripada membuat mi sendiri. Faktor kepraktisan menjadi alasannya. Karena, biayanya sama saja dengan membuat sendiri.

2. Selain kualitas makanan, kebersihan dan kenyamanan tempat harus pula diperhatikan. Pastikan lokasi berdagang tidak berada di tempat yang kotor dan berbau. Buatlah pelanggan nyaman dengan menyediakan meja dan kursi secukupnya.

Bisnis yang Sesuai dengan Bakat


Ada beberapa faktor yang berpengaruh bagi seseorang dalam mencari kerja. Diantaranya adalah skill atau keahlian yang dimiliki dengan kualifikasi yang diminta. Selanjutnya latar belakang pendidikan, kemudian pengalaman kerja (work experience). Karena perusahaan lebih menyukai pekerja yang memang sudah ahli dalam bidang pekerjaannya dari pada harus memberikan training kepada seorang pemula.
Dalam bekerja, idealnya seseorang itu mendapatkan kepuasan kerja diantaranya adalah karir yang identik dengan gaji yang sesuai, pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan minat dan disukai.

Mencari Pekerjaan yang Sesuai
Dalam mencari dan memilih pekerjaan ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
1. Pemilihan pekerjaan yang tepat dapat menentukan seseorang akan diterima atau tidak dalam pekerjaan tersebut
2. Pemilihan pekerjaan akan menentukan seseorang dapat sukses atau gagal dalam pekerjaannya
3. Pemilihan pekerjaan akan menentukan seseorang dapat menikmati pekerjaannya atau tidak
4. Pemilihan pekerjaan dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan yang dimiliki seseorang

Kita juga perlu mengetahui faktor-faktor yang dapat membantu kita mencari pekerjaan yang sesuai diantaranya adalah :
a. Peran bakat dalam bekerja
Dalam bekerja yang pasti kita ingin sukses. Dalam hal inilah bakat berperan. Bakat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
(1) Bakat skolastik (scholastic aptitude) atau disebut juga dengan bakat akademik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk dapat sukses dalam mengerjakan tugas-tugas formal sekolah. Sebagai contoh orang yang mempunyai bakat dalam bidang seni akan dengan mudah sukses mengerjakan tugas-tugas akademis yang berkaitan dengan seni
(2) bakat vokasional (vocational aptitude) atau bakat dalam bidang pekerjaan adalah merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam mempelajari suatu keahlian yang diperlukan dalam suatu pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang yang mempunyai bakat dalam bidang linguistik akan mudah sukses jika bekerja sebagai penulis

b. Peran minat dalam bekerja
Minat di beri arti sebagai motivasi yang kuat dalam bekerja. Karena itu, dalam memilih pekerjaan, seseorang harus memperhatikan faktor minatnya agar merasa tahan banting dalam menghadapi pekerjaan.

c. Peran kemampuan dalam bekerja
Sebelum mencari kerja kita harus mengenal potensi diri kita untuk dapat mengetahui seberapa besar kemampuan kita dalam mengerjakan sesuatu hal. Karena semakin banyak kita mengetahui kemampuan kita, semakin besar kemungkinan kita mendapatkan pekerjaan yang tepat dan sesuai

Kepribadian Menentukan Jenis Pekerjaan
Untuk memilih sebuah pekerjaan yang tepat, kita perlu mempertimbangkan faktor kepribadian. Sebab kepribadian turut berperan dalam menentukan kecenderungan seseorang untuk cocok atau tidak pada jenis pekerjaan tertentu.

Disini ada beberapa macam pekerjaan yang sesuai dengan tipe orientasi kepribadian :
a. Tipe Murni atau tunggal
1. Tipe realistik
Orang yang memiliki sifat dan perilaku agresif. Cocok dengan pekerjaan sebagai mekanik, operator mesin, tenaga pengepakan dan staf produksi
2. Tipe investigatif
Orang yang lebih banyak berpikir dari pada bertindak dan mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi dari pada harus bekerja menggunakan fisik. Tipe ini cocok bekerja sebagai peneliti dan progammer
3. Tipe sosial
Orang yang memiliki kemampuan sosial yang tinggi dengan orang sekitarnya. Pekerjaan yang sesuai untuk tipe ini adalah public relation, customer service, guru atau pekerja sosial
4. Tipe konvensional
Orang yang selalu patuh pada peraturan. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah akuntan, administrasi, staf keuangan dan sekretaris
5. Tipe usaha
Orang yang mempunyai kemampuan verbal yang andal, pandai berkomunikasi, mempengaruhi, merayu dan meyakinkan orang. Pekerjaan yang cocok untuk orang dengan tipe ini adalah wiraswasta dan staf marketing
6. Tipe kreatif
Orang yang senang mengekspresikan diri mereka secara artistik atau seni seperti bernyanyi, melukis, menulis atau akting. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah copy writer, penulis, pemain teater, bintang film atau sinetron, pelukis, desainer dan penyanyi

b. Tipe Kombinasi
1. Realistik-investigatif
Orang dengan ciri-ciri gabungan dari dua tipe yakni realistik dan investigatif. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah pegawai navigasi, ahli pertanian dan surveyor
2. Investigatif-kreatif
Orang dengan ciri-ciri gabungan investigatif dan kreatif. Pekerjaan yang cocok adalah ahli kecantikan, desainer interior dan asisten musium
3. Artistik-sosial
Pekerjaan yang cocok untuk tipe gabungan ini adalah guru musik, guru taman kanak-kanak dan terapis seni
4. Sosial-usaha
Pekerjaan yang sesuai untuk tipe ini adalah manajer hotel, interviewer dan direktur pelayanan masyarakat
5. Usaha-konvensional
Pekerjaan yang sesuai untuk tipe kombinasi ini antara lain manajer real estate, agen asuransi dan administrasi penjualan

Tambah Penghasilan dari Bisnis Rumahan


Bagi Anda yang ingin memulai usaha sendiri atau ibu-ibu yang berkeinginan membantu suami menambah pendapatan keluarga, mengembangkan usaha rumahan (dari rumah sendiri) bisa jadi pilihan yang paling tepat. Di jaman krisis ekonomi ketika banyak terjadi PHK dan pendapatan keluarga yang semakin menurun, alternatif membuka usaha merupakan jalan keluar yang bisa anda pertimbangkan.

Usaha rumahan merupakan usaha yang dilakukan di rumah sendiri. Skala usaha kecil atau mikro yang tentu saja biasanya dikelola perorangan atau keluarga. Usaha ini sangat banyak sekali macamnya yang bisa anda mulai dari hobi anda atau kemampuan yang anda miliki sekarang sehingga anda bisa dengan enjoy menjalaninya. Yang paling mudah dilakukan adalah membuka usaha rumahan snack dan kue dari dapur.

Dengan modal yang sangat terjangkau usaha ini bisa dimulai. Bahkan dengan modal dengkul pun menjual snack dan kue bisa dilakukan. Dengan uang seratus ribu rupiah misalnya Anda bisa membuat cilot dan menjualnya di depan sekolah. Dengan modal terbatas Anda menjual burger orang lain untuk dijajakan di rumah misalnya. Begitu laku Anda membayarnya. Begitu kecil modal yang dibutuhkan. Modal kecil karena usaha dari rumah biasanya dilakukan secara bertahap dari kecil lalu bertahap ke skala besar.

Usaha ini relatif tidak membutuhkan mesin atau peralatan canggih. Dengan peralatan dapur yang dimiliki sudah bisa menjual makanan ini. Jadi dana investasi bisa ditekan, bahkan Anda tidak perlu melakukan investasi terlebih dahulu. Cukup dengan wajan penggorengan, kompor serta panci yang dimiliki di dapur, Anda sudah bisa menjadi pengusaha rempeyek, kerupuk kemasan atau kacang telur.

Usaha snack dan kue sangat mudah dan praktis untuk dilakukan. Anda tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk membuka usaha ini. Memasak sangat mudah dilakukan oleh siapapun bahkan bukan ahli masakpun usaha kue dan snack bisa dikembangkan. Jika ingin ahli, tersedia aneka buku resep dan kursus masak yang mengajarkan cara tepat membuat snack dan kue.

Pangsa pasar snack dan kue termasuk besar. Orang Indonesia memiliki kebiasaan ngemil yang dilakukan untuk disaat senggang, santai atau menunggu waktu makan. Minum teh atau pesta pasti menyuguhkan kue dan snack sebagai pengisi makanan. Kehadiran snack dan kue dalam banyak kesempatan merupakan potensi pasar yang luar biasa. Orang tetap butuh klappertart untuk arisan, butuh pisang goreng untuk teman minum teh sore hari, makan keripik singkong saat menunggu bis, anak-anak sekolah mengisi perut dengan aneka snack saat istirahat. Begitu besar pasar snack dan kue karena makanan ini banyak dikonsumsi dalam berbagai kesempatan.

Usaha snack dan kue dari dapur merupakan salah satu usaha yang sangat kecil resikonya. Bahkan boleh dikatakan jika snack dan kue tidak laku bisa dimakan sendiri. Resiko terbesar pada kue basah atau segar yang mudah basi. Sedang untuk snack dan kue kering yang awet bisa bertahan beberapa bulan sehingga masih relatif aman untuk dijual hari berikutnya.

Usaha snack dan kue dari rumahan tidak bisa dianggap remeh karena skala usahanya kecil. Meski demikian, keuntungan snack dan kue rumahan termasuk besar. Beberapa jenis kue khusus yang enak dan mahal bisa mendapatkan keuntungan besar 45%. Untuk kue dan snack dengan persaingan ketat keuntungan berkisar antara 20-25%. Kue dan snack semakin tinggi untungnya jika dikemas menarik dan cantik.

Budidaya Temulawak


Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sejak dulu dikenal sebagai salah satu tanaman obat. Beberapa produk herbal yang laris manis di pasaran pun, sebagian besar menggunakan temulawak sebagai salah satu bahan bakunya. Melihat pasar yang bagus, tanaman ini layak dibudidayakan secara komersial, baik di atas lahan sempit (perkotaan) maupun lahan yang relatif luas di pedesaan.

Sebelum menanam, kita mesti mengetahui terlebih dulu karakteristik tanaman ini. Temulawak merupakan tumbuhan terna (rumpun), berbatang semu, dengan tinggi tanaman sekitar 1-2 meter. Batangnya berwarna hijau atau cokelat gelap.
Bagian yang sering digunakan untuk pengobatan adalah akar rimpangnya. Akar ini terbentuk dengan sempurna, bercabang kuat, dan berwarna hijau gelap.

Mengingat berbagai khasiatnya (lihat Tujuh Manfaat), serta banyak dibutuhkan oleh industri farmasi, temulawak sangat cocok untuk dibudidayakan secara lebih serius. Ia bisa dikelola sebagai usaha sampingan yang menguntungkan, terutama oleh ibu-ibu PKK, baik di pedesaan maupun perkotaan.

Yang penting dipahami adalah syarat tumbuh tanaman ini. Secara alami, temulawak akan tumbuh subur di lahan teduh (terlindung dari sinar matahari). Sebab di alam bebas, rumpun tanaman ini tumbuh liar di bawah naungan pohon bambu atau jati.

Namun, dalam praktik di lapangan, temulawak juga dapat tumbuh dengan baik di tanah tegalan yang notabene terkena sinar matahari secara langsung. Ini menunjukkan kalau tanaman ini mampu beradaptasi dengan berbagai cuaca di daerah tropis.

Usahakan suhu udara di lingkungan tumbuhnya sekitar 19-30 derajat Celcius. Sedangkan curah hujan yang ideal sekitar 1.000-4.000 mm/tahun. Data ini bisa ditanyakan kepada petugas BMG terdekat.

Perakaran temulawak juga dapat beradaptasi pada berbagai jenis tanah, baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir, maupun tanah liat. Hanya saja, penanaman di atas tanah gembur, subur, dan drainasenya baik mampu menghasilkan rimpang yang berkualitas.

Jika tanahnya kurang subur dan kurang gembur, kita bisa mengatasinya dengan menambahkan pupuk anorganik dan organik. Dengan cara ini, kecukupan unsur hara lebih terjamin, sekaligus meningkatkan struktur tanah sehingga lebih gembur.

Temulawak bisa ditanam pada tempat berketinggian 5-1.000 meter dari permukaan laut (dpl). Namun kalau ditanam di dataran tinggi, kandungan minyak atsiri di dalam rimpangnya sedikit.

Itu sebabnya, beberapa ahli merekomendasikan ketinggian 750 m dpl sebagai batas optimal untuk pertumbuhan tanaman. Sementara kandungan minyak atsiri tertinggi dalam rimpang biasanya diperoleh pada penanaman di lahan berketinggian 240 m dpl.

Pembibitan
Temulawak bisa ditanam di lahan tegalan, kebun, atau pekarangan. Jika menggunakan tegalan/kebun, lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.

Buatlah bedengan setinggi 30 cm (lebar 1,2-2 m), dan jarak antarbedengan 30-40 cm. Buatlah pula lubang tanam di atas bedengan itu dengan ukuran 30 x 30 cm2 dan kedalaman 60 cm. Jarak antarlubang sekitar 60 x 60 cm2. Jika lahan seluas 1.000 m2, kita bisa membuat 2.000-2.500 lubang. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 2-2,5 ton. Setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 1-2 kg.

Untuk bibit, kita bisa membelinya dari pembibit terdekat (mohon ditanyakan ke Dinas Pertanian/Perkebunan terdekat). Kalau tak ada, berarti harus membibitkan sendiri.

Caranya, pilihlah tanaman temulawak yang sudah tua (umur 10-12 bulan). Tanaman ini kemudian dibongkar, dan akarnya dibersihkan dari tanah atau kotoran lain yang menempel.

Pisahkan rimpang induk (rimpang utama) dan rimpang anakan (rimpang cabang). Untuk tanah seluas 1.000 m2, diperlukan 150-200 kg rimpang induk dan 50-70 kg rimpang anakan.

Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian, yang masing-masing mengandung 2-3 mata tunas, lalu dijemur sekitar 3-4 jam tiap hari selama 4-6 hari berturut-turut. Setelah itu rimpang dapat langsung ditanam.

Sedangkan rimpang anakan mesti disimpan dulu di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan, sampai keluar tunas baru. Bibit yang berasal dari rimpang induk memang lebih baik daripada rimpang anakan.

Pembibitan juga bisa dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah, lalu meyiraminya dengan air setiap pagi/sore hari sampai keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas dipotong-potong, sehingga setiap potongan memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam.

Penanaman
Penanaman dilakukan secara monokultur (bukan tumpangsari), lebih baik lagi dilakukan pada awal musim hujan, kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu.

Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Selanjutnya, bibit ditimbun tanah sedalam 10 cm. Jika ada tanaman yang rusak/mati, boleh diganti oleh bibit cadangan yang sehat.

Penyiraman dilakukan setiap pagi/sore hari, ketika tanaman masih dalam masa pertumbuhan awal. Setelah itu, lihat situasi-kondisi di lapangan. Yang penting diingat, tanah tidak boleh dalam kondisi kering.

Penyiangan terhadap rumput liar dilakukan pada bulan kedua dan keempat, bersamaan dengan masa pemupukan. Penyiangan boleh dikerjakan pagi atau sore, untuk menghindari persaingan makanan dan air.

Jika menggunakan pupuk organik, frekuensinya harus lebih sering daripada pemupukan anorganik. Selepas pupuk dasar di awal pembuatan bedengan, pemupukan berikutnya dilakukan pada umur 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan. Dosisnya sekitar 2-3 kg per tanaman.

Pada umur 9-10 bulan, tanaman sudah bisa dipanen. Dedaunan atau bagian tanaman yang telah menguning dan mengering biasanya memiliki rimpang besar dan berwarna kuning kecokelatan.

Cara memanennya relatif mudah. Kita tinggal menggali tanah di sekitar rumpun. Selanjutnya, rumpun diangkat bersama akar dan rimpangnya. Panen biasanya dilakukan pada akhir masa pertumbuhan tanaman, yaitu pada musim kemarau. Namun jika tak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama, sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya.

Mengapa? Sebab pemanenan pada musim hujan akan menurunkan kualitas rimpang, bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada rimpang. Usai dipanen, rimpang dicuci dari segala kotoran, selanjutnya ditiriskan. Untuk membuat simplisia, rimpang diiris-iris setebal 7-8 mm, lalu dijemur.

Membuka Usaha Mini Market


Untuk merintis bisnis minimarket ada beberapa jalan yang dapat dipilih, yakni membuka minimarket mandiri dengan nama dan desain sendiri (non-franchise) atau mengambil franchise. Bagi Anda yang memiliki modal yang kuat dan tak ingin dipusingkan dengan persoalan manajemen usaha namun ingin memiliki usaha minimarket, tentu Anda dapat mengambil bisnis franchise minimarket. Konsekuensinya modal yang perlu dikeluarkan cukup besar.



Sementara itu bagi Anda yang tertantang untuk merintis bisnis minimarket dari nol, Anda bisa memilih untuk membangun ushaa minimarket non franchise tersebut. Namun sebelum memutuskan untuk membuka minimarket, banyak hal yang perlu disiapkan di antaranya mengetahui manajemen usaha minimarket, inventory barang, manajemen SDM, pengaturan produk display, hingga pengaturan belanja dan stok barang. Nah bagi Anda yang tak memiliki pengalaman di bidang manajemen pengelolaan usaha ritel, jangan khawatir, kini telah banyak jasa konsultan yang mampu membantu Anda menwujudkan impian merintis bisnis minimarket dengan modal yang terbatas. Pasalnya, investasi yang diperlukan untuk membuka minimarket non franchise pastinya lebih terjangkau dan Anda pun tak perlu berbagi keuntungan maupun royalty dengan pihak franchisor.



Tahapan Bisnis.
Langkah pertama yang harus dimiliki pebisnis yang ingin memiliki minimarket adalah mutlak harus memiliki tempat usaha diluar modal. Idelanya luasan minimarket mulai dari 50 m2 sampai 150 m2. Meskipun hanya memiliki ruko atau tempat usaha hanya 50 m2, namuan upayakan lebar bagian depan tempat usaha tidak kurang dari 5 meter. Yang membedakan minimarket dengan departemen store yang juga perlu diperhatikan adalah jumlah orang yang lalu lalang dikawasan tersebut. Ingat, 80% pengunjung miniamrket adalah orang pejalan kaki, sehingga cari lokasi yang mudah dijangkau pejalan kaki. Pastikan lokasi usaha yang akan dibangun minimarket tersebut berada di kawasan stratagis seperti ruko kompleks perumahan, pinggir jalan yang ramai atau sepanjang jalar masuk menuju kompleks perumahan. Langkah kedua, Seperti usaha lainnya urusan perizinan usaha seperti izin usaha dari lingkungan sekitar (RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan), Departemen Perindustrian dan Perdagangan setempat, SIUP, NPWP, TDP hingga hak izin undang-undang gangguan (HO). Langkah ketiga adalah menghitung biaya yang akan dikeluarkan tiap meter persegi. Rasio investasi sebuah minimarket mulai dari Rp 3-4,2 juta/m2. Dengan demikian jika Anda ingin membuka usaha minimarket dengan luasan 50 m2 setidaknya modal yang diperlukan diluar bangunan adalah Rp 150-200 juta yang berisi 20 rak.



Pentingnya Display.
Setelah Anda menginvestasikan modal untuk mengisi dan mendesain miniarket tersebut, agar lebih menarik, tahapan keempat adalah kelompokkan produk display dengan beberapa kategori. Ada 2 kategori utama yakni food berada di sebelah kanan pintu masuk dan non food disebelah kirinya. Selain itu untuk bagian depan disarankan mendisplay produk infulsif seperti permen, cokelat, snack atau makanan yang pembeliannya tidak direncanakan. Selain itu produk fresh, frozen dan minuman dingin juga biasa didisplay dibagian depan kasir, obat-obatan dan rokok bisa di display di tempat kasir. Sedangkan produk seperti sembako dan kebutuhan sehari-hari, dan pembersih rak displaynya di letakkan belakang produk-produk infulsif tersebut. Jika memang lokasi usaha yang dimiliki terbatas 50 m2, sangat membatasi pelaku usaha untuk membuat stok barang lebih banyak karena tidak memiliki gudang tempat penyimpanan stok barang. Sehingga pelaku usaha biasanya belanja dalam jumlah terbatas dan sulit mendapatkan harga murah. Karena harga murah baru akan diberikan dengan pembelian jumlah besar. Nah untuk menyiasati hal tersebut banyak hal yang dapat dilakukan yang juga jadi langkah kelima dalam berburu stok barang seperti mencari suplier/distributor yang melayani pembelian jumlah tertentu, memburu diskon di toko ritel besar seperti Makro dan Carrefour, mencari chaneling dengan suplier untuk minimarket dengan sistem jaringan seperti MadaniMart yang telah memiliki beberapa jaringan minimarket di berbagai daerah.



Tentukan SOP.
Langkah keenam adalah membuat standar operating prosedure (SOP) yang meliputi aspek SDM, merawat barang dan perlatan, menata ruang dan produk display, mengorder barang, inventory barang serta mengatur arus keuangan usaha. SOP juga yang diterapkan ritek besar dalam mengelola usahanya. SOP manajemen toko ini dapat dipelajari dari berbagai buku, kursus maupun mengikuti pelatihan khusus. Untuk sebuah minimarket paling tidak diperlukan 1 orang kepala toko, 2 orang seniror staff, 2 orang karyawan. Menyoal inventory, pengecekan stok produk dan pemesanan barang perlu diperhatikan dengan melihat produk apa saja yang terjual tiap harinya melalui mesin kasir yang telah di program inventory produk. Omset yang diperoleh toko tiap harinya perlu di rekap langsung dalam kas pemasukan dan mencatat semua pengeluaran tiap harinya. Dengan demikian jelas arus keuangan usaha tiap harinya dalam satu bulan. Berbicara mengenai omset, Idelanya omset yang diperoleh minimarket diatas Rp 2,5 juta/m2/bulannya. Bahkan jika ingin memiliki perputaran usaha yang baik ada baiknya pelaku usaha minimarket memiliki target omset Rp 7-8 juta/hari. Nah untuk mencapai target tersebut starting point menjadi hal penting dan penentu usaha kedepannya. Untuk itu sangat penting melakukan grand opening yang ramai dan menarik sebanyak-banyaknya pengunjung untuk datang saat pembukaan. Misal saja mendatangkan badut, memberikan harga spesial, membuat acara hiburan, perlombaan anak hingga mendatangkan artis penghibur. “Untuk mendapatkan omset Rp 7-8 juta/hari saat grand opening pelaku perlu berusaha mendapatkan omset Rp 60-70 juta pada hari tersebut”. Pasalnya meskipun jumlah omset yang diperoleh terlihat besar, namuan besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dari pelaku usaha minimarket hanya sekitar 4-5% saja.



Gencar Promosi.
Guna mencapai target tersebut langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan promosi dengan jangkauan radius 2 kilometer dari tempat usaha. Caranya dapat membagikan brosur secara door to door ke seluruh kompleks perumahan dalam jangkauan tersebut. Selain itu promosi promosi juga dapat dilakukan dengan mengadakan undian berhadiah maupun memberikan kupon potongan belanja. Yang juga tak boleh dilupakan perlu memperhatikan tanggal pembukaan minimarket. Upayakan membuka tempat usaha setelah tanggal 25 hingga awal bulan yang dikaitkan dengan waktu gajian dan belanja bulanan ibu rumah tangga. Jika pelaku usaha dapat menarik benyak pengunjung diharapkan omset yang ditargetkan tercapai. Namun jika tidak, dalam waktu 3-6 bulan masih belum banyak pengunjung, pelaku usaha perlu melakukan evaluasi bahkan re-oppening agar terlihat suasana baru.



Menyikapi menjamurnya usaha minimarket di berbagai tempat, selaku pelaku usaha Anda haru benar-benar memantau produk apa saja yang ada di tempat kompetitor berikut harganya. Upayakan harga jual Anda jangan lebih tinggi dari kompetitor. Pasalnya konsumen saat ini sangat peka. Beda Rp 50 saja konsumen dapat berpindah ke toko sebelah. Hal yang lain yang juga dapat dilakukan adalah memberikan pelayanan yang terbaik hingga memberikan jasa antar. Terkadang hanya selisih Rp 500 rupiah namun diberikan servis jasa antar pelanggan bsia memilih minimarket yang memberikan pelayanan lebih.

Bagaimana Cara Memulainya?


Kalau anda suka dengan usaha yang “berbau makanan”, ada tips singkat tentang bagaimana membuka peluang bisnis makanan.

Tips ini saya peroleh dari teman dekat saya, mas Yanuar Gajaksahda. Kebetulan mas Yanuar ini adalah seorang pebisnis yang punya hobi kuliner bareng istrinya.

Saya juga hobi kuliner. Bedanya hanya satu, saya lebih suka kuliner gratis alias dibayarin. Berikut ini tips singkat membuka usaha makanan dari mas Yanuar, monggo silahkan dinikmati…

Keberhasilan memulai membuka usaha makanan tidak hanya bergantung pada kemampuan membuat makanan yang lezat. Mengetahui cara bagaimana membuat makanan yang lezat dengan bisa mengelola sebuah bisnis adalah dua hal yang berbeda.

Dua hal tersebut harus anda gabungkan. Jadi selain anda tahu bagaimana cara membuat makanan yang enak, anda juga harus mengetahui bagaimana caranya membangun usaha makanan.

Dimulai dari produk, selalu perbaharui dan perbaiki kualitas masakan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan yang anda buat, gunakanlah selalu metode riset pemasaran. Caranya cukup mudah, berikan sampel kepada teman atau saudara terdekat anda untuk mengetahui pendapat mereka terhadap produk anda.

Setelah anda mendapatkan segala keinginan mereka, segera perbaiki produk anda sesuai dengan apa yang mereka mau. Anda juga harus bisa untuk selalu memperbarui resep serta memperbaiki penampilan makanan dan cara penyajiannya.

Untuk masalah pemasaran usaha makanan, perlu anda pikirkan juga bagaimana rencana outlet atau distribusi penjualan anda. Apakah anda berencana membuka toko makanan atau anda lebih suka bekerjasama dengan pihan lain. Terserah anda.

Yang penting, pertimbangkanlah baik buruknya sebelum anda memutuskan. Contoh sederhananya adalah jika anda memilih untuk membuka usaha makanan basah, anda bisa melakukan kerjasama dengan toko-toko makanan yang lokasinya strategis.

Jika anda tertarik untuk membuat gerai bisnis makanan sendiri, anda bisa mengambil konsep franchise untuk mengembangkan usaha anda. Anda juga bisa melakukan sistem konsinyasi dengan kantin-kantin sekolah misalnya. Lobilah kantin tersebut agar anda dapat mensuplai produk usaha makanan anda setiap hari.

Khusus untuk hal ini, anda harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena hal ini berkaitan dengan ketepatan waktu serta biaya transportasi yang ujung-ujungnya mempengaruhi keuntungan anda.

Pikirkan juga teknologi yang anda gunakan dalam memulai membuka usaha makanan anda. Pertimbangkanlah, apakah pembuatan produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya, atau anda perlu membeli peralatan tertentu untuk menyimpan bahan baku.

Namun yang perlu anda pahami adalah pada saat awal memulai membuka usaha makanan, usahakan anda meminimalisasi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi yang terlalu tinggi. Entah dengan menyewa mesinnya atau mencari mesin yang jauh lebih sederhana. Tujuannya agar beban kebutuhan modal awal usaha makanan anda tidak terlalu berat.

Setelah usaha bisnis makanan anda berjalan lancar dan punya keuntungan lebih, anda dapat membeli peralatan produksi tersebut. Tapi ingat, hal itu anda lakukan jika memungkinan. Jika tidak, jangan pernah mengorbankan kualitas produk bisnis makanan anda demi pengiritan modal investasi awal.

Selain beberapa hal diatas, anda juga harus memikirkan bahwa produk anda aman untuk dikonsumsi. Bisa jadi anda harus menguji makanan anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Satu lagi yang harus anda perhatikan, kemasan yang menjual. Selain bisa memberikan nilai lebih bagi produk anda, kemasan yang menjual juga dapat meningkatkan image produk anda yang akhirnya bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan makanan bisa berasal dari plastik maupun kertas, yang penting aman untuk digunakan.

Terakhir, dalam memulai bisnis apapun termasuk memulai membuka usaha makanan, anda harus mengalahkan rasa takut gagal pada diri anda. Pikiran-pikiran seperti apakah produknya nanti laku atau tidak, bagaimana jika nanti ada yang mengeluh atau bagaimana jika anda rugi harus anda tepis jauh-jauh.

Caranya adalah dengan berpikiran positif, segera bertindak dan terus-menerus berusaha. Anda harus mempersiapkan mental usaha anda dan memahami bahwa usaha yang berhasil hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan, insya Allah…

Sumber : http://www.dokterbisnis.net/2010/03/31/tips-bisnis-kilat-bagaimana-memulai-membuka-usaha-makanan/

Odonk-odonk Juga Bisa Jadi Duit


Peluang usaha yang satu ini bisa dikatakan cukup unik. Konsumennya adalah anak-anak dari usia 1 tahun sampai 3 tahunan. Usaha ini kita kenal dengan jasa odong odong. Bisnis odong odong banyak terdapat di komplek perumahan. Penjual jasanya cukup mengayuh pedal seperti sepeda untuk menggerakkan odong-odongnya. Biasanya juga dilengkapi musik untuk anak-anak.

Secara sekilas odong odong mirip dengan becak, hanya saja di bagian depannya terdapat mainan berupa mobil-mobilan, motor-motoran maupun hewan. Jika kita perhatikan anak-anak yang menaiki odong odong cukup membuat mereka tersenyum dan gembira, bahkan tak jarang mereka tidak mau berhenti..

Tarif odong-odong tersebut sekitar seribu rupiah untuk sekali naik, hal ini bisa di control dengan berapa lama waktu yang diperlukan atau bisa juga dengan lamanya musik anak-anak yang dimainkan. Untuk harga odong-odong berkisar antara 3~5 juataan untuk yang baru. sedangkan setorannya berkisar antara 20~30 ribu sehari. Cukup lumayan bukan?.

Hal yang perlu diperhatikan adalah orang yang mengoperasikannya perlu dicari yang sabar, giat serta tidak gengsian. Atau anda juga dapat menawarkan kepada orang yang tidak mempunyai pekerjaan di sekitar tempat tinggal anda. Hal kedua yang sangat penting juga bagi peluang bisnis yang satu ini adalah daerah operasi, perlu dicari komplek perumahan yang terdapat banyak anak kecilnya.

Usaha Aksesories dari Kokon Ulat Sutra


Ulat sutera merupakan salah satu sumberdaya alam indonesia . Kebanyakan ulat sutera yang dibudidayakan adalah ulat sutera jenis bombyx mori dan attacus atlas untuk penghasil usaha benang sutera . Namun ada jenis Ulat sutera liar ( triculla trifenestrata ) dan bila diolah kepompong ulat sutera liar ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuat aneka aksesoris serupa emas . Seperti bros , gelang, kalung, dsb.

Selain itu budidaya ulat sutera liar relatif mudah karena bisa makan daun apa saja. kokonya tidak menimbulkan gatal , tidak panas, menyerap keringat serta lebih lembut. Jadi produk yang dihasilkan alami dan ramah lingkugan . Tujuan ide inovasi usaha ini adalah untuk memperluas pemanfaatan ulat sutera liar sebagai bahan pembuat aksesoris . Memberi alternatif aksesoris pengganti emas aseli yang harganya mahal dan menciptakan lapangan kerja dibidang kerajinan aksesoris. Cara membuat aksesoris dari kokon ulat sutera liar :

1. Pilih kokon yang bersih dengan motif yang masih terlihat jelas.
2. Rendam dalam cairan desinfektan selama 10 menit dan bilas dengan air bersih.
3. Keringkan degan suhu kamar
4. Siapkan bahan pendukung lainnya seperti gantungan kunci , peniti bros , karton,kain polos .
5. Konkon yang sudah kering siap digunakan di gunting sesuai dengan motif yang di kehendaki.
6. Kokon yang sudah di gunting sesuai pola di tempel menggunakan lem lilin dan lem fox , bila kokon di aplikasikan pada hiasan pasa tas . kerudung, taplak desain kokon di jahit pada bahan.


referensi: Majalah Ide Bisnis

Siapkah anda memiliki usaha mandiri?


Untuk mengukur seberapa jauh anda siap menjadi seorang enterpreneur jawablah tujuh pertanyaan dari Pak Ciputra yang disebut dengan IR CIPUTRA’S 7 QUESTION FOR NEW ENTERPRENEUR. Pertanyaan tersebut merupakan pengalaman empiris Pak Ci selama berpuluh-puluh tahun menapaki kehidupan berwirausaha.

1. Apakah Anda sangat berhasrat untuk menjadi seorang enterpreneur?

Keinginan besar menjadi modal utama dalam berwirausaha, iseng-iseng tidak cukup kuat untuk menghadapi tantangan berwirausaha yang sangat berat. Dalam berwirausaha Anda harus siap dan berani bekerja dengan waktu yang lebih panjang, mencoba hal baru,tetap berusaha meski gagal dan ditolak serta mau belajar dari kegagalan.

2.Apakah Anda melihat sebuah kesempatan besar melayani pasar secara kreatif?

Kesuksesan orang lain tidak bisa dicopikan kepada diri anda. Peluang usaha bisa datang kepada diri anda jika anda bisa lebih kreatif melihat dan menghadirkan peluang tersebut. Semakin anda memiliki kreativitas yang besar semkin banyak peluang usaha diciptakan. Iniklah pentingnya anda selalu mengasah kreatifitas.

3.Apakah anda telah menciptakan sebuah produk inovatif yang ketika anda tawarkan maka prospek anda tidak mampu mengatakan tidak?

Sebuah produk inovatif memberikan nilai tambah yang maksimum sehingga konsumen tidak bisa mengatakan tidak ketika anda tawarkan.

4.Apakah anda memiliki kapasitas untuk memenangkan persaingan secara efektif?

Kunci dalam memenagkan persaingan adalah masuk kepada sebuah pasar dengan memperhitungkan apa yang dilakukan pesaing. Pastikan bahwa pelanggan memilih Anda dan ini bisa terjadi jika anda lebih baik dan berbeda.

5.Apakah anda tahu bagaimana caranya menghasilkan produk atau jasa yang ingin anda pasarkan dengan cara yang paling efisien?

6. Apakah anda tahu bagaimana caranya mendanai keseluruhan usaha baru anda dengan biaya termurah serta resiko terendah sementara hasil terbaik tetap dapat anda dapatkan?

Mendapatkan dana atau modal bagi usaha baru anda bisa datang dari banyak kemungkinan tergantung pada kondisi dan beberapa hal lainnya. Misalnya saja pinjam modal usaha dari Bank, pinjam modal usaha dari teman, saudara dan lain sebagainya. Selain itu anda bisa mengajak orang lain untuk menanam saham atau memberikan tawaran kerjasama bisnis dengan orang lain.Pilihlah hal yang paling baik bagi anda.

7. Apakah Anda siap menghadapi tuntutan kerja keras, resiko gagal dan rugi?

Setiap rencana dan usaha yang kita lakukan selalu ada kekurangan, bersiaplah menghadapi kegagalan. Lakukan penyesuaian-penyesuaian dan kalkulasi yang matang.

Jawaban dari pertanyaan di atas merupakan kondisi anda dalam bersiap menjadi seorang wirausahawan, jika belum siap, perbaiki diri dan bersiap menyongsong kehidupan sejahtera melalui wirausaha.(Galeriukm).

Sumber:
Ciputra Quantum Leap, Enterpreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa dan Masa Depan Anda

IndoStore Theme

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design