Bisnis Bakso



Sudah Kenal Bakso?
Bakso merupakan makanan asal Cina yang sudah dikenal dan digemari sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Awalnya bakso dibuat menggunakan daging sapi, tetapi saat ini jenisnya semakin variatif. Mulai bakso daging sapi, bakso ikan, bakso udang, hingga bakso keju.
Bakso biasanya dihidangkan bersama mie kuning, bihun, daging cincang, sawi dan tauge. Perlengkapannya tentu saja saus tomat, saus cabai, sambal dan kecap yang membuat makanan ini semakin nikmat disantap.

Gambaran Usaha
a. Produk
Penjual bakso ada yang membuat bakso sendiri ataupun membeli jadi. Sebaiknya bakso dibuat sendiri. Selain menghemat modal, kualitas dan rasanya sesuai dengan yang diinginkan.
Variasi bakso yang dijual merupakan salah satu cara agar pembeli tidak bosan. Namun, ada juga pedagang yang fokus menjual satu jenis bakso. Selain hanya menjual bakso biasanya pedagang makanan ini juga menjual makanan lain seperti mie ayam.

b. Lokasi Usaha
Bakso dapat dijual keliling menggunakan gerobak hingga mangkal dan menyewa tempat. Pedagang bakso banyak ditemui di banyak tempat. Misalnya di sekitar pasar, kampus, sekolah, perumahan, atau di perempatan dan pertigaan jalan. Cara lokasi potensial, tetapi belum banyak pedagang makanan ini.

c. Perlengkapan Usaha dan Karyawan
Gerobak bakso, franchise bakso

Perlengkapan yang diperlukan untuk berjualan bakso antara lain gerobak atau etalase untuk menempatkan aneka bahan baku, peralatan memasak ( kompor, tabung gas, dan aneka panci ), serta peralatan makan ( mangkuk, sendok, garpu dan gelas ).

Sediakan juga meja dan kursi untuk pembeli yang makan di tempat. Usaha bakso dapat dijalankan sendiri bersama anggota keluarga atau merekrut karyawan untuk tambahan tenaga. Semakin besar dan berkembang usaha yang dijalankan, jumlah karyawan yang dibutuhkan tentu semakin banyak.

d. Promosi
Promosi usaha ini bisa dilakukan dengan cara memasang spanduk ditempat usaha. Promosi pada awal usaha bisa dengan menyebarkan brosur. Pada akhirnya, kualitas dan kelezatan bakso menjadi “ alat promosi ” tersendiri.

e. Penetapan Harga
satu mangkok bakso bervariasi. Kisaran Rp. 5.000 – Rp. 8.000,- per porsi. Harga jual bakso keliling biasanya lebih murah daripada bakso yang mangkal atau menetap disuatu tempat.

f. Risiko
Usaha bakso rentan terkena isu. Antara lain penggunaan daging hewan yang tidak halal hingga penggunakan borak atau formalin. Isu- isu seperti ini dapat menurunkan omzet. Risiko ini dapat diantisipasi dengan memberikan informasi ( biasanya berupa tulisan yang ditempel ditempat usaha ) berisi keterangan mengenai kualitas bakso yang dijual.

Tip dan Trik Sukses Usaha Bakso
Perluasan area pemasaran produk, perbanyak jumlah outlet, gunakan gerobak mobile ( gerobak dorong), gerobak sepeda, gerobak motor.
Gunakan gerobak bakso yang unik, agar calon konsumen penasaran dan mudah mengingatnya.
Sajian kuah bakso yang benar-benar panas, karena bakso yang dingin kurang nikmat.
Usahakan tempat selalu bersih, kebersihan kurang terjaga akan mempengaruhi selera makan.
Cari pesanan untuk acara ulang tahun, perkawinan, atau arisan; berikan sample produknya.

Contoh Resep Bakso Sapi
Bahan- bahan:
1 kg daging sapi cincang
250 gram tepung tapioca
2 butir telur
180 ml air es

Bumbu yang Dihaluskan
6 siung bawang putih
Bawang merah goreng secukupnya
40 gram garam
Gula secukupnya
Merica secukupnya

Bahan Kuah
6 siung bawang putih, memarkan
3 liter kaldu daging
3 cm jahe, memarkan
2 sdt merica bubuk
2 sdm garam
3 sendok makan margarine untuk menumis

Bahan Pelengkap
Bihun
Mie kuning
Daun seledri secukupnya
Bawang goreng secukupnya
Saus cabai secukupnya
Saus tomat secukupnya
Kecap secukupnya

Cara Membuat Bakso
1. Campurkan tepung tapioca dengan bumbu yang dihaluskan . Tambahkan air es, aduk rata.
2. Haluskan daging sapi cincang dan telur menggunakan food processor.
3. Campurkan adonan daging dengan campurkan tepung tapioca dan bumbu.
4. Uleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
5. Basahi tangan dengan menggunakan air. Ambil sebagian adonan, kemudian berbentuk bulat dengan cara digenggam kemudian ditekan.
6. Ambil bulatan bakso menggunak sendok. Celupkan kedalam air panas hingga mengapung, kemudian pindahkan kedalam air es selama 5 menit. Lakukan hinggan adonan habis.

Kuah
Panaskan margarine. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan ke dalam air kaldu daging. Tambahkan jahe, merica bubuk, dan garam. Rebus hingga mendidih.

Penyajian
Masukkan bihun dan mie kuning secukupnya ke dalam mengkuk. Tambahkan bakso dan kuah secukupnya. Beri taburan seledri dan bawang goreng. Nikmati bersama saus cabai, saus tomat, dan kecap sesuai selera.

Analisis Usaha Bakso

Asumsi
1. Masa pakai gerobak atau etalase dan peralatan masak 3 tahun.
2. Masa pakai meja dan kursi 2 tahun.
3. Masa pakai peralatan makan dan perlengkapan lain- lain 1 tahun.

a. Biaya Investasi
Gerobak atau Etalase Rp. 1.500.000
Peralatan masak Rp. 800.000
Meja dan kursi Rp. 350.000
Peralatan makan Rp. 150.000
Perlengkapan lain- lain Rp. 200.000
Total investasi Rp. 3. 000.000

b. Biaya Operasional per Bulan
1. Biaya Tetap
Penyusutan gerobk 1/36 x Rp. 1.500.000 Rp. 42.000
Penyusutan peralatan masak 1/36 x Rp. 800.000 Rp. 22.000
Penyusutan meja dan kursi 1/24 x Rp. 350.000 Rp. 14.600
Penyusutan peralatan makan 1/12 x Rp. 150.000 Rp. 12.500
Penyusutan perlengkapan lain 1/12 x Rp. 200.000 Rp. 16.700
Sewa tempat Rp. 700.000
Upah karyawan 1 orang Rp. 900.000
Total biaya tetap Rp. 1.707.800

2. Biaya Variabel
Daging sapi (3 kg x Rp. 55.000/kg x 30 hari) Rp. 4.950.000
Tepung tapioca (0,75 kg x Rp. 9.000/kg x 30 hari) Rp. 202.500
Bumbu dan sayuran (Rp. 30.000/hari x 30 hari) Rp. 900.000
Mie (3 kg x Rp. 4.000/kg x 30 hari) Rp. 360.000
Gas ukuran 3 kg (Rp. 13.000/tabung x 3 tabung x 30 hari) Rp. 1.170.000
Total biaya variable Rp. 7.582.500
Total biaya operasional Rp. 9.290.300

c. Penerimaan per Bulan
Penjualan bakso 60 porsi x Rp. 7.000/porsi x 30 hari Rp. 12.600.000
d. Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp. 12.600.000 – Rp. 9.290.300
= Rp. 3.309.700

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan : total biaya operasional
= Rp. 12.600.000 : Rp. 9.290.300
= 1,35

f. Pay Back Period
Pay Back Period = ( Totl biaya investasi : keuntungan ) x 1 bulan
= ( Rp. 3.000.000 : Rp. 3.309.700 ) x 1 bulan
= 28 hari

3 comments:

Rizal said...

bisnis yang ga ada matinya.. adalah bisnis kuliner :D

orang ga bosan makan seumur hidupnya

Rizal said...

thx ilmunya gan

maz Amka said...

good

Post a Comment

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design